-
Perbedaan Akad Syariah dan Perjanjian Konvensional
Dalam dunia usaha, kerja sama antara dua pihak biasanya dituangkan dalam bentuk perjanjian. Namun, bagi pelaku usaha muslim, muncul pertanyaan penting: apakah semua perjanjian otomatis sesuai syariah? Ataukah ada perbedaan antara akad syariah dan perjanjian konvensional? Pertanyaan ini penting dipahami, terutama bagi UMKM, pebisnis, freelancer, hingga pemilik usaha keluarga yang ingin menjalankan bisnis secara legal…
-
Cara Membagi Keuntungan Usaha dengan Adil
Salah satu penyebab paling umum konflik dalam kerja sama usaha adalah pembagian keuntungan yang tidak jelas. Banyak bisnis berjalan baik di awal, tetapi mulai bermasalah ketika usaha sudah menghasilkan uang. Kalimat seperti ini sering muncul: Masalah seperti ini sebenarnya sering bukan karena salah satu pihak serakah, tetapi karena sejak awal tidak ada kesepakatan yang jelas…
-
Kesalahan Fatal Saat Mengajak Teman Menjadi Investor
Saat membutuhkan tambahan modal usaha, banyak pelaku bisnis memilih mengajak teman sendiri sebagai investor. Alasannya sederhana: Bahkan tidak sedikit kerja sama bisnis dimulai hanya dari obrolan ringan seperti: “Kalau mau ikut modal, nanti kita bagi hasil.” Sayangnya, banyak hubungan pertemanan justru rusak karena kerja sama investasi yang tidak dipersiapkan dengan baik. Masalahnya sering bukan karena…
-
Cara Aman Kerja Sama Modal dengan Teman
Memulai usaha bersama teman sering terasa lebih mudah dan menyenangkan. Ada rasa saling percaya, komunikasi lebih santai, dan semangat membangun bisnis bersama. Tidak sedikit usaha yang lahir dari obrolan tongkrongan, lalu berkembang menjadi bisnis yang cukup besar. Namun di balik itu, kerja sama modal dengan teman juga memiliki risiko yang cukup tinggi jika tidak diatur…
-
Risiko Bisnis Keluarga Tanpa Perjanjian
Banyak usaha kecil di Indonesia dimulai dari keluarga sendiri. Ada yang dibangun bersama saudara kandung, pasangan, orang tua, hingga kerabat dekat. Karena merasa saling percaya, sebagian besar bisnis keluarga berjalan tanpa perjanjian tertulis. Kalimat seperti ini sangat sering terdengar: “Ini kan usaha keluarga.” “Tidak enak kalau pakai kontrak.” “Kita saling percaya saja.” Padahal justru karena…
-
Apakah Perjanjian Tanpa Materai Tetap Sah?
Banyak orang masih mengira bahwa perjanjian tanpa materai otomatis tidak sah. Akibatnya, ketika membuat kontrak atau surat perjanjian, fokus utama justru hanya pada ada atau tidaknya materai. Padahal dalam praktik hukum, materai bukan penentu utama sah atau tidaknya sebuah perjanjian. Kesalahpahaman ini cukup sering terjadi pada pelaku UMKM, terutama dalam: Lalu sebenarnya, apakah perjanjian tanpa…
